Sabtu, 27 Februari 2010

SEKOLAH CACAT

Gunung Arjuna berjongko di atas genting sekolah SLB
Sementara, aku berdiri di samping ketinggian tiang listrik
Anak-anak cacat berlarian girang di kawat-kawat langit
Sementara itu ibu-ibunya bersorak-sorak memandangi dengan kuwatir
Dari lapangan rumput
“ Layang-layangku terbang. Layang-layangku terbang!”
Begitu ramai berkumandang
Dan desir lirih angin menuntun bocah kering mata juling, bibir sumbing telinga tuli
Mengendap-endap dari balik jendela asrama:
“Kau kok di sini! Ini tidak boleh! Melanggar peraturan!”
Suara entah dari mana
Bocah kering terdiam
Kemudian tertawa cekikikan, sambil mengucap:
“Pendidikan cacat, sekolah cacat, aku jadi cacat.”
Dan bocah kering mata juling menghambur ke pangkuan ibunya.

Lawang, 21 Juni 2003

0 komentar:

Posting Komentar